Trequartista berarti ‘tiga perempat’, maksudnya adalah posisi seorang
pemain yang berada di tiga perempat lapangan jika diukur dari garis
gawangnya. Posisi ini awalnya dikembangkan Magic Magyars, tim legendaris
Hungaria pada pertengahan era 1950-an. Trequartista bukan seorang
penyerang dan juga bukan seorang gelandang, ia adalah keduanya.
Trequartista. Posisi bakunya adalah Attacking Midfielder atau Second
Striker. Dia kadang berperan untuk membantu membuka celah dengan passing
seperti seorang Playmaker, dribling dan pergerakan tanpa bola seperti
Deep Lying Forward ataupun datang dari second line seperti Inside
Forward. Bahkan ia mempunyai kemampuan finishing sebaik seorang Target
Man. Dia bergerak bebas baik di lini tengah maupun di lini depan.
Trequartista tidak menjemput bola, dia terlihat seperti menjemput bola
karena dia menunggu tepat di tiga perempat lapangan, dan memang dia akan
lebih banyak beroperasi di situ (persis seperti artinya secara
harfiah). Salah satu perbedaan mencolok seorang trequartista dengan
pemain lainnya adalah ia biasanya tidak menahan bola untuk menunggu
rekan-rekannya, dan yang lebih mencolok lagi dia sama sekali tidak
ditugaskan untuk mengejar bola apalagi bertahan. Karena perannya yang
sangat vital di berbagai aspek menyerang, maka saat bertahan dia seakan
‘diistirahatkan’. Secara teknik, pastinya seorang trequartista haruslah
pemain yang mempunyai bakat secara alamiah dalam mengolah bola dan visi
juga kecerdasan yang tinggi dalam menghadapi situasi dalam pertandingan.
Contoh pemain jenis ini dapat banyak ditemukan di Liga Italia seperti
Antonio Cassano, Riccardo Kaka (ketika di AC Milan), Alessandro Del
Piero, dan salah satu yang disebut sebagai trequartista murni dan salah
satu yang terbaik yaitu Francessco Totti.
0 komentar:
Post a Comment