Pages

END


Get this widget!

Tuesday, 26 November 2013

OLYMPIQUE DE MASEILLES HISTORY

Berdiri: 1899
Alamat: La Commanderie, 33, traverse de la Martine France
Telepon: 04.91.76.56.09
Faksimile: 04.91.76.07.77
Surat Elektronik: om@olympiquedemarseille.com
Laman Resmi: http://www.om.net/
Ketua: Vincent Labrune
Direktur: José Anigo
Stadion: Stade Vélodrome, Marseille

Sejarah Singkat

Olympique de Marseille adalah satu-satunya klub Prancis yang mampu menjuarai Liga Champions sampai saat ini. Klub ini berdiri pada 1899. 

Marseille sebenarnya sudah dibentuk sejak 1892, tapi masih terdiri dari beberapa klub olahraga seperti rugby dan atletik. Untuk sepakbola, tadinya dinamakan Football Club de Marseille, lalu secara resmi diubah menjadi Olympique de Marseille pada 1899. Motto mereka adalah Droit Au But (langsung ke tujuan).

Memiliki nama lengkap Olympique de Marseille, sering disingkat l'OM atau cukup Marseille saja. Sebutan lainnya adalah l'Oheme, Marsellais atau Les Phoceens. Sedangkan di kompetisi Eropa seperti Liga Champions, biasanya cukup disebut Marseille FC.

Entah kutukan atau kebetulan, sejak menjuarai Liga Champions 1993, Marseille belum pernah meraih gelar bergengsi apapun. Mereka 'hanya' menjuarai Piala Intertoto pada 2005 dan 2006. Di Ligue 1, hanya tiga kali menjadi runner-up (1994, 1999 dan 2007). Di Piala Liga, dua kali menjadi runner-up (2006 dan 2007). Sedangkan di Piala UEFA, dua kali kalah di final (1999 dan 2004), masing-masing dari Parma dan Valencia. Meski begitu, Marseille tetap dianggap sebagai klub terbesar dan memiliki anggota suporter resmi terbanyak di Prancis.

OLYMPIQUE LYONS HISTORY

Berdiri: 1950
Alamat: 350 avenue Jean Jaures, 69007 Lyon France
Telepon: 00 33 426 29 67
Faksimile: 00 33 478 29 67
Surat Elektronik: OL@olympiquelyonnais.com
Laman Resmi: http://www.olweb.fr
Ketua: Jean-Michel Aulas
Direktur: Thierry Sauvage
Stadion: Stade de Gerland, Lyon

Sejarah Singkat

OL tadinya merupakan bagian dari beberapa klub olahraga yang ada di kota Lyon. Tapi karena terjadi pertentangan antara klub sepakbola dan rugby, klub sepakbola memisahkan diri dan membentuk klub sendiri dengan nama Lyon Olympique pada 1899. Para suporter OL pun tetap mengklaim klub kesayangan mereka resmi didirikan pada tahun tersebut.

Saat memasuki liga profesional pada 1942, mereka mengubah nama lagi menjadi Lyon Olympique Universitaire. Mereka berhasil menembus Ligue 1 pada musim 1945/46 yang waktu itu masih disebut Divisi 1.

Saat itu, OL masih berstatus klub semi-profesional. Karena perkembangan sepakbola yang sudah pesat, mereka harus segera beralih menjadi klub profesional untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi dan konsisten.

Para petinggi klub saat itu, Felix Louot, Jean Mazier dan Abert Triliat, sepakat untuk mengubah klub mereka sebagai klub profesional dan mengubah nama klub menjadi Olympique Lyonnais pada 1950. Karena itu, OL juga kerap diaku baru resmi berdiri pada 1950 sebagai klub profesional.

THE EL-CLASSICOS HISTORY


PERMUSUHAN antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Franco. Siapa Franco? Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah ibukota dari Provinsi Catalonia (Catalunya), yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalan dan Basque.

Bagi rakyat Catalan, ada istilah semacam ‘El Barca Es Mas Que Un Club (Barca bukan hanya sekedar klub), namun lebih dari itu. Barcelona merupakan cerminan dari dendam ‘pemberontakan’ dan perjuangan social-politik kaum tertindas, terpinggirkan, terjajah di sebuah wilayah kekuasaan yang bernama kerajaan Spanyol.

Gambaran perlawanan yang paling jelas adalah kalimat ‘Catalonia is Not Spain’ yang selalu menghiasi spanduk fans Barcelona ketika kesebelasan kesayangan mereka bertanding-hadapan melawan Real Madrid, yang sudah sejak tahun 1930-an, pada zaman Jenderal Franco yang kejam, merupakan klub favorit pemerintah Spanyol.
Jenderal Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Oleh sebabnya, setiap laga El-Clasico pendukung Barca terlihat kerap membawa bendera Catalonia (biru, kuning dan merah-marun) sebagai bendera mereka, bukan bendera nasional Spanyol pada umumnya.
Pada tahun 1936, Jenderal Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938.

Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona diinstruksikan (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. 

Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan apengaturan pertandingan dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub Anti-Franco dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap Spanyol. Ada juga klub-klub lain di Catalonia seperti Athletic Bilbao dan Espanyol. Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona.

Demikian juga dengan Espanyol. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, FC Real Madrid. Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!.

Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2 dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali piala raja, dan satu kali piala Inter City Honest (yang kemudian menjadi UEFA Cup).

Pada tahun 1973, seorang pemain Belanda yang kelak menjadi salah satu legenda Barcelona, Johan Cruyff, bergabung dari Ajax. Dalam pernyataan persnya ketika diperkenalkan, Cruyff menyatakan bahwa ia lebih memilih Barcelona dibanding Real Madrid karena ia tidak akan mau bermain di sebuah klub yang diasosiasikan dengan Franco. 

Bersama kompatriotnya, Johan Neeskens, mereka langsung membawa Barcelona memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar), dan dalam prosesnya tahun itu sempat mengalahkan Real Madrid di kandang Madrid sendiri dengan skor 5-0 (!).

Pada tahun itu Johan Cruyff dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa, dan memberi nama anaknya dengan nama khas Catalan, yaitu Jordi. Statusnya sebagai legenda menjadi abadi. Jordi Cruyff sendiri pada akhirnya tidak pernah bisa sebesar ayahnya. Karir sepakbolanya lebih banyak dihabiskan di klub-klub medioker, meski sempat beberapa tahun memperkuat Manchester United.
Selanjutnya, permusuhan itu terus ada, meskipun tidak sesengit pada tahun-tahun awalnya, sampai sekarang. Bisa dibilang, rivalitas saat ini sudah lebih sportif dan berjalan dengan lebih sehat. Tapi permusuhan yang sejak dulu telah begitu mengakar menjadikan duel diantara keduanya selalu menjanjikan sesuatu yang spesial.

Inilah mengapa duel antara Barcelona dengan Real Madrid yang terjadi setidaknya 2 kali setiap tahunnya (di liga Spanyol) disebut dengan el classico, karena memang menyajikan satu duel klasik dengan sejarah panjang terbentang dibelakangnya.


Meski berulang setiap tahun, akan tetapi saking monumentalnya duel ini membuat Johan Cruyff dan Bobby Robson ketika menjadi pelatih Barcelona pada era akhir 1980-an sampai akhir 1990-an sampai mengibaratkan el classico sebagai sebuah perang, bukan sekedar pertandingan sepak bola.

Baik pelatih Real Madrid maupun pelatih Barcelona ketika menghadapi el classico akan merasa seperti membawa sepasukan 'serdadu' perang, bukan sebuah 'kesebelasan' sepak bola, karena begitu besarnya kehormatan yang dipertaruhkan.

Demikian juga pertaruhan bagi pelatih, karena ketika dia diangkat sebagai pelatih seolah sudah ada beban yang diberikan oleh klub: "Anda boleh kalah dari siapa saja di liga ini, tapi jangan sampai kalah dari Real Madrid...,"

Meski begitu di dalam lapangan, peperangan ini sepanjang sejarahnya selalu berlangsung dalam sportifitas yang tinggi, karena sportifitas pun merupakan satu bentuk kehormatan yang harus dijaga. Ini soal nama baik.

Transfer pemain adalah salah satu bentuk perang di luar lapangan. Dalam hal ini, perpindahan pemain dari Barcelona ke Real Madrid (maupun sebaliknya) akan dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatans Figo mungkin adalah salah seorang yang paling mengerti mengenai hal ini.

Direkrut oleh Barcelona pada tahun 1996, pemain Portugal yang kala itu bukan siapa-siapaa tersebut kemudian menemui masa-masa jayanya. Barcelona memberinya peranan signifikan sebagai sayap kanan tim, dan bersama Rivaldo membawa Barcelona berjaya pada akhir tahun 1990an.

Akan tetapi, pada tahun 2001, dunia tersentak ketika Figo menerima tawaran Real Madrid dengan iming-iming gaji dua kali lipat dan nilai transfer yang ketika itu menjadi rekor pembelian termahal seorang pemain sepak bola.

Nilai itu melebihi batas klausul transfer Figo, sehingga Barcelona harus menerima tawaran tersebut berdasarkan aturan Bosman. Meski begitu, transfer itu tetap tidak akan terjadi seandainya Figo secara pribadi tidak menerima tawaran Real Madrid. Toh akhirnya Figo berkhianat.

Dalam duel el classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp (kandang Barcelona), Figo menerima sambutan monumental yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup.



Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah istimewa, yakni: Sebuah kepala babi, lengkap dengan darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo.

Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa saat, lalu berjalan menjauh. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu, karena ia tahu kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.

Dalam hal prestasi, Real Madrid memang masih di atas Barcelona. Jarak prestasi itu terjadi terutama pada tahun 1950-1970an, ketika Real Madrid menjadi anak emas Franco dan memiliki kekuatan finansial jauh diatas Barcelona untuk membeli bintang-bintang sepakbola nan bersinar dari seluruh dunia dan tradisi itu masih berlanjut hingga sekarang.

ARSENALS HISTORY

Era 1886-1980

Woolwich Arsenal (dengan kemeja gelap) bermain Newcastle United (dengan kemeja bergaris-garis) dalam semifinal Piala FA, klub pertama yang pernah di Tanah Victoria, Stoke.
Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.
Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, yaitu Piala Liga pada tahun 1987 dan menjuarai Liga Inggris pada tahun 1989 lewat pertandingan dramatis dengan kompetitor gelar, Liverpool. Namun, Arsenal gagal mengoleksi gelar dari kompetisi Eropa, kalah adu penalti dari Valencia 5-4 pada kompetisi Piala Winners setelah skor tetap 0-0.

Era 1990-sekarang


Pada tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.

Pemain Arsenal dan penggemar merayakan kemenangan mereka 2004 gelar Liga dengan parade bus terbuka-atas, Dengan sekelompok orang di bus merah beratap terbuka ke kerumunan penonton.
Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.
Setelah mencapai final Liga Champions pada tahun 2006, prestasi terbaik Arsenal hanyalah mencapai babak final pada tahun 2007 dan 2011 pada Piala Liga Inggris, kalah 2–1 dari Chelsea dan kalah dengan skor yang sama dari Birmingham City. Arsenal sudah tidak pernah meraih piala semenjak gelar Piala FA yang didapat pada tahun 2005.
Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.

ENGLISH PREMIER LEAGUE

EPL


Mendengar nama Arsenal, Aston Villa, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Newcastle United, tentulah sudah tidak asing lagi bagi telinga orang kebanyakan, belum lagi para supporter atau maniac bola. Memang sederatan nama tadi adalah nama klub sepakbola yang popular dari daratan Inggris. Untuk menambah wawasan tentang sepakbola Inggris maka berikut ini ulasan mengenai Sejarah Liga Sepak Bola Inggris.

Pada tahun100-500 masehi beberapa komunitas orang Romawi menyebarkan permainan harpastrum ke wilayah Eropa. Hal ini ditandai dengan kejadian penting yaitu pertandingan antara tentara Inggris yang berhasil mengalahkan tentara Roma. Catatan sejarah lainnya menunjukkan bahwa tahun 1100 permainan sepak bola di daratan Inggris dilakukan dengan brutal dan tanpa aturan yang tertata sehingga pada tahun 1314 Raja Edward II melarang sepakbola dan larangan ini sampai berlanjut oleh Raja Edward III pada tahun 1369.

Pada tahun 1500 Italia menemukan calcio lalu tahun 1561 seorang bernama Richard Mulcaster mengadopsi calcio dari Florence ini dan dijadikan mata pelajaran di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Inggris. Pada tahun 1572 kembali Ratu Elizabeth I melarang sepakbola kembali, bahkan mengancam rakyatnya yang memaksa bermain dengan hukuman penjara.

Sekitar dua ratus tahun kemudian, Joseph Strutt (1700 masehi) menulis buku The Sports and Pastimes of The People England. Buku ini menjelaskan mengenai aturan sepak bola yang harus terdiri dari dua tim dengan jumlah pemain masing-masing sama. Kedua tim harus berebut bola untuk dapat memasukkannya ke gawang lawan. Seorang bernama Mulcaster mengkampanyekan permainan sepak bola yang tidak brutal. Permainan bahkan bisa dimainkan oleh perempuan dan anak-anak karena berguna untuk menambah kekuatan dan kebugaran tubuh.

Konsep dari buku Strutt lalu dijadikan acuan dalam penyusunan peraturan sepak bola modern dan mampu mendasari lahirnya Football Association di Inggris pada tanggal 26 Oktober 1863 oleh sejumlah 11 klub sepak bola. Dari organisasi ini lahir istilah soccer, dari singkatan kata association. Charles Wreford Brown, mahasiswa Universitas Oxford, menemukan tak sengaja istilah ini ketika ditanya orang apakah ia seorang pemain rugbi (rugger), olahraga yang lebih terkenal di sana. Brown menjawab, “No, I’am soccer.”

Sedangkan istilah football pertama kali disebut dalam larangan- larangan para raja pada abad 17 dengan sebutan fute-ball, dan kemudian dipopulerkan pula oleh dramawan Inggris yang terkenal, William Shakespeare. Permainan ini kemudian menyebar ke beberapa negara jajahan Inggris dan berkembang pesat pada massa abad modern.

Seolah tidak ada yang membantah bahwa Liga Utama Inggris merupakan salah satu kompetisi liga yang terbaik dimuka bumi untuk era sekarang. Tentu bersaing ketat dengan popularitas liga Italia, Spanyol dan jerman. Dalam Liga Inggris dihuni oleh pemain-pemain sepak bola kelas dunia dunia yang dianugrahi talenta dan popularitas, meskipun sebagian besar bukan berasal dari Inggris asli.

Liga primer sepakbola Inggris diikuti oleh sejumlah 20 klub sepak bola terkemuka di pelataran liga sepak bola Inggris. Dari catatan sejarah maka liga ini didirikan pada tahun 1992, saat itu sejumlah klub sepak bola papan atas memisahkan diri dari liga sepak bola dengan membuat kontrak yang menguntungkan dengan beberapa stasiun televisi.

Liga Primer Inggris (Premier League, nama lama F.A. Premier League) oleh khalayak umum juga disebut dengan Barclays Premiership di Britania Raya dan Barclays English Premier League secara internasional. Liga ini merupakan kompetisi antara klub sepak bola Inggris yang berada kelas utama dari sekian struktur liga sepak bola Inggris, sehingga karenanya maka menjadi kompetisi sepak bola primer di Inggris.

Dari sejumlah 20 klub peserta liga yang berkompetisi di Liga Utama Inggris maka dalam satu putaran musim kompetisi setiap klub melakukan pertandingan melawan klub lain sebanyak dua kali pertandingan. Yaitu sekali di stadion mereka (home base stadium) dan sekali lagi di tempat lawannya (away).

Dengan jumlah pertandingan sebanyak 38 maka untuk seluruh klub peserta menghasilkan jumlah total 380 pertandingan. Pada setiap akhir musim kompetisi, sejumlah tiga klub urutan terbawah akan terkena aturan degradasi, sedangkan empat klub teratas akan masuk zona kompetisi Liga Champions untuk memperebutkan Piala Champions.

Untuk tiga klub peringkat teratas masuk langsung, sedangkan klub urutan ke-4 dan 5 masuk melalui babak pendahuluan (play-off). Untuk klub rangking ke-5 liga utama akan langsung masuk kompetisi untuk memperebutkan Piala UEFA. Untuk klub urutan ke 18-20 akan terdegradasi ke divisi Championship dan posisinya akan digantikan oleh klub peringkat 1-2 dari Divisi Championship yang mendapatkan promosi ke liga primer Inggris.

Monday, 25 November 2013

TRANSFER PEMAIN


Klub yang berminat harus mengajukan penawaran tertulis kepada klub yang memiliki pemain incaran mereka. Di sini, klub pemilik pemain bisa langsung menolak dan mengakhiri negosiasi.

Tapi, kedua pihak akan terus melanjutkan negosiasi bila penawaran tertulis klub peminat mendapat respon, hingga sampai pada pembahasan nilai transfer.

Kedua klub juga bisa menghubungi agen pemain untuk menjadi wakil mereka dan menanyakan status pemain yang diincar. Agen juga bisa berbicara dengan klub untuk memutuskan pertimbangan alasan terbaik untuk pemain pergi. Agen juga akan diberikan kesempatan kepada pemain berbicara dengan klub dan mendapatkan bagian dari nilai transfer yang disepakati nantinya.

Di sini, agen langsung menghubungi nomor kontak yang mereka miliki dengan berbicara kepada manajer atau pemandu bakat dari klub. Di musim panas, terutama mengenai pemain yang tak lagi terikat kontrak, agen memiliki lebih banyak waktu untuk menghubungi klub dan menanyakan masa depan yang dimiliki kliennya.

Agen juga bisa mencari tahu pemain seperti apa yang diinginkan klub, dan mereka boleh menghubungi manajer ataupun pencari bakat klub. Jika ada pemain yang sesuai dengan keinginan mereka, maka tawaran tertulis bisa diajukan.


APA YANG TERJADI SETELAH NILAI TRANSFER DISEPAKATI?

Perlu diketahui, nilai transfer yang sudah disepakati tidak mengindikasikan pemain bisa langsung bergabung ke tim lainnya. Soalnya, masih ada kesepakatan personal yang harus disepakati antara klub dan pemain.

Di sini, agen pemain kembali memegang peran penting untuk menuntaskan kesepakatan. Bertindak sebagai wakil dari pemain, agen akan meminta kesepakatan terbaik yang bisa didapatkan untuk kliennya dan hal ini bisa memakan sedikit waktu.

Yang dipertimbangkan dalam penentuan kesepakatan personal antara lain masalah finansial, jumlah bermain dan lama kontrak, juga kemungkinan bonus yang didapat. Di sini kemampuan negosiasi menjadi andalan, dan tetap dengan sikap kompromi kedua pihak.

Masalah lain yang juga harus dipertimbangkan adalah penyesuaian nilai gaji dan fee transfer. Penyesuaian nilai gaji berarti ada kesepakatan yang menentukan peningkatan nilai pendapatan pemain di setiap periode. Sementara fee transfer lebih kepada jumlah yang didapat pemain apabila bersedia pindah ke klub lain.


BONUS & HAK PENCITRAAN

Banyak sekali yang harus disepakatai sebelum penandatanganan kontrak, terutama masalah bonus dan penggunaan citra pemain.

Untuk bonus, bisa dibagi menjadi beberapa bagian, seperti bonus loyalitas, bonus penampilan bermain dan bonus lainnya, seperti bonus apabila tim bisa menjadi juara di turnamen tertentu.

Biasanya, untuk pemain yang baru melakoni debutnya bersama tim senior, klausul kontrak menyebutkan adanya bonus debut tim utama. Kontrak juga biasanya kerap diperbarui, terutama bila pemain tersebut tampil bagus.

Sementara mengenai hak pencitraan pemain (Image rights), hal ini terbilang sangat penting. Soalnya, kesepakatan ini memastikan bahwa pemain memiliki hak untuk mengendalikan sisi komersial dan eksploitasi dirinya di publik atau media.

Agen bisa membantu pemain menentukan pencitraan seperti apa yang diinginkan dan pihak klub bisa membuat kesepakatan pemain bisa mempertahankan hak pencitraan dirinya dan pihak klub membayarnya, tentunya untuk kepentingan komersial klub.


APA PERAN PEMAIN?


Pemain sejatinya menjadi subyek utama di sini. Karenanya, mereka memiliki kemampuan mendelegasikan keputusan yang diambil ke agen mereka.

Agen, nantinya akan menentukan apa yang terbaik untuk kliennya, sementara si pemain bisa berkonsentrasi pada permainan dan performanya.

Sejumlah agen biasanya memiliki sebuah paket yang bisa mewakili pemain, mulai dari negosiasi kontrak, kesempatan komersial hingga pelayanan manajemen.

Pada akhirnya, adalah pemain yang mengambil keputusan apakah bersedia pindah atau tidak, tentunya setelah si agen menjalin kesepakatan hingga tahap finalisasi dengan klub yang menginginkannya. Pemain juga harus menjalani tes medis untuk memastikan semua berjalan seperti harapan.


FEE UNTUK AGEN

Dengan mengurusi banyak hal, pemain maupun klub memiliki kewajiban untuk membayar agen karena sudah memudahkan masalah transfer dengan pihak lain.

Agen, dalam hal ini bertindak sebagai tangan ketiga, atau calo. Jumlah pendapatan yang diterima agen pemain akan disepakati dan dicatat secara resmi untuk diberikan kepada Asosiasi Sepakbola yang terlibat dalam proses transfer tersebut.

Proses pembayaran fee agen akan dilakukan setelah semua kesepakatan tuntas dan pemain resmi pindah ke klub barunya.


BAGAIMANA KESEPAKATAN DIKATAKAN TUNTAS?

Transfer pemain dinyatakan resmi terjadi apabila dokumen-dokumen transfer telah di-ACC oleh otoritas liga dan didaftarkan ke sistem yang melegalkan proses transfer itu sendiri.

Dokumen-dokumen di dalamnya termasuk dokumentasi transfer, kesepakatan finansial antara kedua klub, kontrak pemain, pendaftaran pemain, penjadwalan pembayaran bonus dan arsip apapun yang melibatkan kesepakatan dengan agen.

POSISI DALAM SEPAKBOLA


Sweeper (SW)
Sweeper cenderung terpecah ke dalam dua kategori. Yang pertama adalah bek yang bertahan di posisi terbawah dan bertugas menyapu bola. Yang kedua adalah tipe 'Libero' yang cenderung merangsek ke lini tengah di posisi  gelandang bertahan.  Sweeper adalah satu posisi yang sudah hampir 'punah' dalam sepakbola modern, tetapi masih terus dipakai di tim-tim daerah Balkan dan Italia dimana pertahanan tiga atau lima bek masih sering terlihat.

Sweeper:
Kata ini kembali dipakai untuk membedakannya dengan sweeper menyerang yang lebih cocok dengan nama Libero. Sweeper adalah stopper pertahanan. Biasanya sweeper menjadi bagian dari pertahanan lima bek dan ia berdiri di belakang Centre Back untuk 'membersihkan' semua bola yang lolos dari pertahanan timnya. Biasanya Sweeper adalah pemain yang jauh lebih sering bergerak dibandingkan Centre Back, ia harus bergerak terus untuk menutupi lubang pertahanannya. Tetapi Sweeper tidak harus mempunyai skill teknik yang baik karena tugas utamanya hanya mengawasi, mencium adanya bahaya dan mengusirnya.
Atribut Kunci:
  • Semua atribut Centre Back biasa tetapi tidak harus terlalu kuat dan tinggi
  • Anticipation
  • Positioning
  • Speed & Acceleration (diatas rata-rata Centre Back)
Libero:
Libero adalah 'Ball Playing Sweeper' dalam artian ia adalah sweeper yang menyerang. Saat tim dalam modus bertahan, ia akan berdiri dibelakang Centre Back selayaknya Sweeper biasa. Namun saat ia menguasai bola, ia akan melihat dahulu posisi rekan-rekannya dan mencoba mengumpankan bola kepada rekan gelandangnya yang berada di depan. Oleh sebab itu seorang Libero membutuhkan skill teknik yang lebih baik daripada seorang sweeper normal, selain itu seiring dengan karakternya yang menyerang maka tim juga membutuhkan rekan Centre Back yang dapat menutupi celah yang ditinggalkannya saat ia mungkin masih terperangkap jauh di depan pertahanannya.
Atribut Kunci:
  • Semua atribut Centre Back biasa tetapi tidak harus terlalu kuat dan tinggi.
  • Speed & Acceleration
  • Technique
  • Anticipation
  • Passing
  • Positioning
Defence Centre (DC)
Bagaimana anda menerapkan pemain DC dalam tim anda, akan sangat mempengaruhi bagaimana karakter pertahanan anda secara keseluruhan. Terkadang salah menerapkan role dan duty (tugas) yang tepat bagi DC anda dapat berakibat fatal.
Centre Back adalah posisi yang selalu konstan dalam sejarah sepakbola, tetapi tetap saja ada beberapa cara untuk memainkan peran dalam posisi ini. Mayoritas DC sekarang adalah selalu minimal mempunyai tinggi badan 180cm dan bertubuh sangat kuat, namun tetap saja ada yang bertubuh lebih pendek, lebih lincah dan lebih cerdik. Bagaimana anda menerapkan pemain bertahan dalam tim anda, akan sangat mempengaruhi bagaimana pertahanan anda bermain secara keseluruhan.
DC dapat disetup dengan mempunyai tugas 'Defend', 'Cover' atau 'Stopper'. DC dengan tugas 'Cover' akan bermain sedikit lebih ke dalam (mundur), seperti seorang Sweeper, ia akan berusaha mencoba menghadang bola yang lolos dari garis pertahanan. Pemain 'Stopper' akan lebih agresif dan mengejar penyerang lawan yang menguasai bola dan juga mengusir keluar bola-bola atas dengan sundulannya. Terakhir, pemain 'Defend' adalah Centre Back klasik dimana ia akan melakukan semuanya tanpa spesialisasi seperti Cover maupun Stopper. 

Central Defender:
Central Defender adalah centre back yang 'normal'. Mereka didisain untuk menjadi garis pertahanan terakhir (kecuali anda menerapkan seorang Sweeper), dan biasanya dimainkan bersama seorang centre back lain. Mayoritas centre back di seluruh dunia memainkan peran ini, walaupun demikian penerapan tugas 'Stopper' ataupun 'Cover' akan berefek pada positioning dan seberapa agresif mereka.
Atribut Kunci:
  • Marking
  • Tackling
  • Jumping
  • Anticipation
  • Decisions (ketegasan, keputusan)
  • Strength
  • Consentration.
Ball-Playing Defender:
Ball-Playing Defender (BPD) agak berbeda dibanding Centre Back biasa. BPD diberikan ijin untuk lebih ekspresif dengan membawa bola keluar dari garis pertahanan dan memberikan bola kepada rekan gelandangnya untuk memulai serangan. Sekilas hampir sama dengan Libero, tetapi BPD lebih dibatasi kebebasannya karena tugas bertahannya tetap lebih penting.
Atribut Kunci:
  • Semua atribut kunci Central Defender
  • Pace (kb. langkah. –kkt. Melangkah bolak-balik)
  • Acceleration
  • Passing
  • Creativity
  • Technique
Limited Defender:
Jika anda mempunyai centre back yang tinggi besar, sangat kuat dan sangat agresif tetapi mempunyai kelemahan sangat mencolok di sisi teknik maka anda mungkin bisa menerapkan seorang Limited Defender kepadanya. Dengan keunggulan fisiknya Limited Defender didisain untuk memenangkan duel dan mengamankan bola. Oleh karena itu juga ia tidak perlu memikirkan bola yang diusirnya tersebut harus tepat dikirimkan kepada rekannya untuk memulai serangan balik karena yang penting adalah bola telah dibuangnya ke tempat yang lebih aman.
Atribut Kunci:
  • Strength
  • Jumping
  • Tackling
  • Marking
  • Anticipation
  • Consentration
  • Decisions (minimal diatas rata-rata)
Defense Left / Right
Peranan bek sayap  tumbuh semakin penting di dalam taktik sepakbola modern. Walau masih cukup banyak yang memakai Full Back, tetapi pemakaian bek sayap berjenis Wing Back semakin banyak digunakan oleh tim-tim top Eropa. Tetapi tidak semua pemain bek kita cocok disandangkan role Wing Back dan lebih penting lagi adalah demi kepentingan taktik dimana terkadang peranan full back masih terasa sangat dibutuhkan.
Umumnya 'full back' dapat diberi dua macam peran. Yang pertama adalah peran yang lebih ortodoks dimana menggunakan bek kiri atau kanan sebagai pemain bertahan untuk menjaga pemain sayap lawan. Yang kedua adalah memberikan peran lebih ekspansif untuk mendukung serangan dengan menggunakan skill dribling dan crossing.

Full Back:
Pergerakan ke depan (Forward Run) dan dribling Full Back selalu dibatasi. Mereka cenderung untuk mengumpankan bola kembali kepada rekannya yang lebih kreatif di tengah atau di depan. Mereka mungkin maju sesekali untuk mensupport gelandang sayap saat tim sudah menekan lawan sampai dua pertiga lapangan, tetapi selebihnya mereka hanya akan tetap di belakang untuk menjaga serangan balik lawan dari sayap. Full Back mempunyai Strength dan Tackling yang lebih baik dari Wing Back, juga lebih cepat dan gesit dari Centre Back. 
Dewasa ini dalam sepakbola modern, seiring dengan mulai tidak dipakainya gelandang sayap murni, peran Wing Back yang lebih menyerang otomatis lebih disukai. Tetapi ini tidak berarti bahwa posisi ini mulai ditinggalkan orang karena tetap penting untuk mempunyai pertahanan yang solid untuk menghadapi lawan yang mempunyai ancaman serangan sayap mematikan.
Atribut Kunci:
  • Strength
  • Tackling
  • Speed & Acceleration (rata-rata diatas Centre Back)
Wing Back:
Wing Back kini semakin bertambah penting dalam sepakbola modern - khususnya dengan mulai ditinggalkannya posisi sayap murni, maka tugas Wing Back-lah sekarang untuk memberikan pilihan serangan dari sayap. Pemain bek kiri/kanan dewasa ini biasanya terkenal mempunyai kecepatan dan crossingnya, mereka bahkan tak akan canggung untuk dimainkan di posisi gelandang kiri/kanan sekalipun. Tetapi bagaimanapun Wing Back adalah tetap bagian dari pertahanan, mereka harus mempunyai insting bertahan yang baik dan kedisiplinan untuk kembali ke posisi awalnya. Karena itu pula maka Wing Back harus mempunyai stamina dan fitness yang prima, kecepatan, visi, passing dan crossing yang baik.
Atribut Kunci:
  • Stamina
  • Speed & Acceleration
  • Crossing
  • Passing (secukupnya)
  • Creativity (secukupnya)
Defensive Midfield Centre (DMC)
Defensive Midfield Centre (DMC) adalah posisi gelandang yang diharapkan selalu dapat memberikan lapisan ekstra bagi kepentingan pertahanan tim. Namun dalam sepakbola modern, seorang DMC juga dapat menjadi playmaker dan kunci permainan timnya.
Defensive Midfield bermain dibelakan garis normal gelandang yang lain dan memberikan lapisan ekstra pada lini tengah. Tim menjadi lebih kuat menghadapi serangan dan counter lawan. Tetapi walaupun mereka berada di posisi yang lebih dalam tidak berarti bahwa mereka harus bermain secara defensif dan  tidak juga berarti mereka tidak bisa menjadi faktor vital dalam merancang serangan.

Role yang ada dalam posisi DMC: 

Defensive Midfielder:
Defensive Midfielder sebetulnya adalah gelandan tengah normal (MC) tetapi diposisikan lebih di belakang lini tengah. Peran utamanya adalah  memberikan lapisan ekstra (cover) dan ia juga cenderung akan me-marking pemain lawan yang berada di posisi AMC. Dalam keadaan menyerang ia akan lebih banyak mengumpan bola kembali ke rekannya yang lebih kreatif di sekitarnya dan tidak akan menusuk terlau jauh ke depan meninggalkan posisi awalnya. Hampir semua Defensive Midfielder yang ada  selalu diberikan spesialisasi Deep-Lying Playmaker atau Anchor Man karena sulit untuk menemukan Defensive Midfielder yang bisa memainkan kedua peran dengan kemampuan seimbang.
Atribut Kunci:
  • Marking
  • Tackling
  • Positioning
  • Strength
  • Stamina
  • Decisions
  • Teamwork
  • Bravery (keberanian)
  • Determination
  • Work Rate (pekerja keras)
  • Passing
  • Technique
Deep-Lying Playmaker:
Deep-Lying Playmaker (DLP) membutuhkan pemain yang mempunyai kreativitas dan passing sangat tinggi. DLP adalah kunci serangan tim yang menerapkannya. Dengan berposisi lebih di belakang, ia lebih leluasa melihat sekelilingnya dan memberikan umpan-umpan manis dan berkualitas kepada gelandang menyerang atau penyerang rekannya. Biasanya dalam setiap taktik yang menerapkan seorang DLP, akan selalu ditaruh seorang DMC lain yang berperan sebagai pemain jangkar (Anchor) walau tidaklah harus selalu demikan. Kombinasi yang terkenal adalah seperti Pirlo-Gattuso di AC Milan atau Vieira-Makelele di final Piala Dunia 2006. Ini mungkin dikarenakan peran utama DLP untuk menjadi pemain yang kreatif akan lebih baik lagi jika dibantu seorang rekan gelandang lain yang berkarakter bertahan.
Atribut Kunci:
  • Creativity
  • Passing
  • First Touch
  • Decisions
  • Tackling
  • Positioning
  • Strength
  • Stamina
  • Marking
Anchor Man:
Ini adalah spesialisasi lain dari DMC. Anchor Man biasanya adalah pemain yang bertubuh besar, kuat, mempunyai atribut centre back yang bagus (marking, tackling, positioning). Ia menjadikan dirinya sebagai lapisan pertama pertahanan tim dan menghadang gelandang menyerang lawan. Anchor man adalah versi yang lebih tradisional dibandingkan DMC, kadang terkenal pula dengan istilah 'holding midfielder atau 'Makelele position'.
Atribut Kunci:
  • Strength
  • Stamina
  • Positioning
  • Tackling
  • Marking
  • Decisions
  • Bravery
  • Consentration
Midfield Left/Right
Penerapan gelandang berposisi Midfield Left/Right dalam taktik mungkin agak sedikit berkurang dengan mulai bermunculan tim yang menerapkan gelandang sayap langsung di posisi Attacking Midfield (AML/R) seperti formasi 4-2-3-1, 4-5-1 dll. Namun bagi yang menggunakan ML/R, posisi ini adalah salah satu unsur terpenting dalam hampir semua formasi yang menggunakannya, termasuk formasi klasik 4-4-2.

Posisi Midfield Left/Right terdiri dari 3 jenis role:

Winger
Dalam sepakbola klasik winger selalu bermain di posisi penyerang (penyerang kiri/kanan), tetapi saat ini hampir semua winger bermain di posisi Midfield (ML/R) atau Attacking Midfield (AML/R). Winger biasanya mempunyai kecepatan diatas rata-rata, mempunyai dribling yang bagus dan  selalu mencari peluang untuk melakukan crossing. Walau biasanya lemah dalam skil mental (creativity, positioning, flair, anticipation dll.), tetapi seorang Winger mungkin tidak terlalu membutuhkan itu selama mereka mempunyai kecepatan dan dribling yang mematikan. Dan untuk Winger yang mempunyai intelegensi sepakbola yang baik (skil mental) bisa saja mencetak cukup banyak gol dalam satu musim.
Atribut Kunci:
  • Speed
  • Acceleration
  • Dribbling
  • Technique
  • Crossing
Defensive Winger
Defensive Winger adalah salah satu hasil evolusi taktik sepakbola modern. Terkadang mungkin perlu untuk mengcover sayap dengan pemain yang lebih dari sekedar seorang full back. Atau mungkin tim bermain tanpa full back sama sekali (misal: formasi 3-5-2, 3-4-3 dll.) sehingga perlu support dari lebar lapangan. Untuk itulah lahir role Defensive Winger.
Pada kenyataannya Defensive Winger bermain nyaris seperti seorang full back tetapi diposisikan jauh lebih di depan. Pemain dengan role ini mungkin akan jarang menjadi Man Of The Match, tetapi mereka adalah unsur penting dalam menghadapi pertandingan sulit melawan tim yang yang mempunyai serangan mematikan dari sayap. Biasanya efektif dalam tim yang menerapkan Defensive Line dan Pressing yang tinggi, Defensive Winger akan berusaha merebut bola dan mempertahankannya bagi rekannya yang lebih kreatif. Jika diberikan ijin untuk bergerak lebih menyerang maka ia tetap dapat membuat masalah bagi lawan. Pertama ia tetap akan berusaha merebut bola dan baru setelah itu ia akan mencoba berkonsentrasi untuk menyerang lawan.
Atribut Kunci:
  • Crossing
  • Team Work
  • Work Rate
  • Passing
  • Tackling
  • Stamina
  • Strength
  • Aggression (agresi/penyerangan)
  • Decisions
Wide Midfielder
Wide midfielder adalah role yang berada di tengah-tengah antara Winger dan Defensive Winger. Tidak secepat seorang Winger dan tidak terlalu bertahan seperti seorang Defensive Winger, Wide Midfielder juga tidak akan menusuk dan menyayat tajam seperti Winger atau melakukan tackle-tackle penting pada bek sayap lawan seperti seorang Defensive Winger. Namun dengan bermodalkan passing dan crossing yang sangat baik, mereka bisa menekan dengan umpan-umpan yang menusuk pertahanan sayap musuh atau langsung kepada rekan penyerang dan menciptakan peluang gol. Saat tim sedang bertahan, Work rate dan skil mental yang baik dari Wide Midfielder akan berguna dalam melakukan tugas defensif.
Atribut Kunci:
  • Crossing (istimewa)
  • Passing (istimewa)
  • Work Rate
  • Positioning
  • Team Work
  • Creativity
  • Decisions
Central Midfielder:
Posisi Midfield Centre (MC) cukup banyak karena di posisi gelandang tengah tersebut memang banyak variasi gelandang yang bisa diterapkan. Posisi Midfield Centre banyak dianggap sebagai zona terpenting bagi banyak formasi, tidak heran karena biasanya siapa yang menguasai zona ini otomatis akan lebih menguasai jalannya pertandingan.
Total ada 5 Role yang terdapat di dalam posisi Midfield Centre (MC):
Central Midfielder adalah gelandang tengah standar yang mencoba melakukan segalanya tetapi tidak dengan intensitas melebihi normal. Dengan tugas 'Defend' ia akan diam di posisinya dan berlaku sebagai cover di lini tengah. Dengan tugas 'Attack' ia akan bergerak menusuk ke depan dan membantu serangan. Role Central Midfield tidak terlalu mementingkan pemain yang mempunyai talenta istimewa, tetapi lebih kepada pemain yang mempunyai atribut merata dan bisa melakukan semua tugas dengan baik. Seorang Central Midfielder mungkin tidak punya stamina luar biasa untuk berlari box-to-box, kreativitas seorang playmaker atau ketangguhan seorang ball-winning midfielder: tetapi jika dibutuhkan, ia mungkin bisa melakukan semuanya dengan cukup baik selama waktu yang singkat.

Deep-Lying Playmaker:
Sama seperti DLP yang menempati posisi DMC, ia akan mundur sedikit ke belakang untuk 'mencari' bola dan ruang, sebelum mencoba mengirim umpan-umpan manis nan mematikan ke daerah lawan. Namun dengan posisi MC yang berada lebih di tengah, yang biasanya merupakan zona sibuk dan padat, maka seorang DLP membutuhkan strength yang lebih tangguh agar dapat turun sedikit mencari ruang kosong sambil ditempel ketat lawan.
 
Ball-Winning Midfielder:
Ball-Winning Midfielder (BWM) adalah Anchor Man yang berada di posisi MC. Dengan posisi MC yang lebih depan dibanding Anchor Man (DMC), maka butuh skill teknik yang cukup bagi seorang BWM. Lebih merata secara skil dibandingkan Anchor Man, BWM tetap harus tangguh, dapat melakukan tackling, pintar mengambil posisi untuk dirinya, serta ia juga diharapkan dapat melakukan passing yang cukup baik untuk menjaga aliran bola saat timnya menyerang. BWM sangat berguna dalam taktik menyerang ataupun taktik pressing dengan defensive line yang tinggi, saat tim sangat butuh memenangkan duel di daerah lawan dengan cepat. 

Box-To-Box Midfielder (BBM):
Tipe gelandang box-to-box sebetulnya sudah merupakan role yang semakin ditinggalkan sepakbola modern. Karena taktik sepakbola modern yang terinci dan mendetail menyulitkan penempatan seorang gelandang box-to-box yang dinamis tanpa henti didalamnya. Box-to-box Midfielder mempunyai stamina yang luar biasa, ia juga dapat memenangkan duel dan berperan layaknya Ball-winning Midfielder, mengacaukan lawan dengan tiba di kotak penalti untuk mencetak gol penting. Skil teknik dan kejeniusan BBM biasanya bukanlah yang utama dan terbaik di dunia, tetapi kerja keras mereka yang luar biasa bukan hanya menjadi 'perisai' tangguh bagi pertahanan tetapi juga dapat menjadi alternatif serangan yang baik. Untuk itulah BBM hanya diberikan satu duty (tugas) yaitu Support, karena secara natural BBM memang role support sejati, terus membantu baik pertahanan maupun penyerangan.

Advanced Playmaker:
Advanced Playmaker yang berada di posisi MC adalah gelandang playmaker klasik yang mengancam pertahanan lawan menggunakan kreativitasnya dalam menerima dan 'menggunakan' bola demi kepentingan serangan tim. Biasanya Advanced Playmaker membutuhkan seorang gelandang bertahan sebagai partner untuk melapisnya saat ia kehilangan bola karena ia tidak turun terlalu dalam. Ruang adalah kebutuhan utamanya agar ia bisa mengeluarkan 'daya magis'nya. Sedangkan atribut penting dan terutama bagi seorang Advanced Playmaker adalah atribut mental dan teknik. Atribut fisik seperti strength tidaklah terlalu penting baginya, tetapi kecepatan bagi seorang Advanced Playmaker dengan duty Attack akan cukup membantunya saat ia maju berlari ke arah ruang kosong.

Winger:
Posisi Attacking Midfield Left\Right dan Forward Left\Right selalu dianggap orang merupakan salah satu tempat bagi pemain-pemain unik yang biasanya mempunyai skil diatas rata-rata. Walaupun begitu dalam perkembangan sepakbola modern, permainan bertahan dapat pula dimulai dari posisi ini.
Selayaknya pemain di posisi ML/R, Winger adalah pemain yang selalu melihat peluang untuk bisa berlari dengan bola ke depan. Namun kini dengan posisi AML/R atau FL/R, skil untuk bertahan berkurang kepentingannya disini. Sekarang lebih penting bagaimana bergerak tanpa bola serta dapat mengantisipasinya dengan baik, dan jika dibutuhkan, mereka bisa menusuk ke dalam kotak penalti untuk menyongsong umpan crossing atau bisa juga berlari melewati pertahanan lawan dan mencetak gol.
Atribut Kunci:
  • Speed
  • Acceleration
  • Dribbling
  • Crossing
  • Technique
  • Off The Ball
  • Anticipation
Inside Forward:
Alex Ferguson pernah mengatakan bahwa pemain yang menusuk dari lebar lapangan ke tengah lapangan akan jauh lebih berbahaya daripada pemain yang berasal dari tengah dan melebar untuk mencari ruang. Mau buktinya ? Lihat saja Cristiano Ronaldo yang dapat mencetak 42 gol bagi Manchester United pada musim 07/08. Role ini semakin bertambah populer setelah Lionel Messi, Thierry Henry dan Franck Ribery juga terbukti sukses sebagai sayap yang menusuk ke tengah. Inside Forward membutuhkan kecepatan dan skil teknik seperti seorang Winger, ketenangan dan ketajaman seorang striker serta kreativitas yang tinggi. Ketika semua skil ini dapat terpenuhi, maka anda bisa mempunyai seorang Inside Forward yang berbahaya. Apa yang membuat Cristiano Ronaldo menjadi pemain hebat adalah bahwa ia bisa bermain tidak hanya di role ini tetapi juga role Winger klasik karena crossing-nya yang sangat baik. Seorang Inside Forward dapat membuka pertahanan lawan, tetapi jika kedua sayap bertipe sama maka akan dapat menyebabkan berkurangnya pemanfaatan lebar lapangan. Untuk mengakalinya, dapat digunakan Full Back / Wing Back sebagai bek serang dari sayap seperti yang dilakukan Josep Guardiola di timnya Barcelona.
Atribut Kunci:
  • Speed
  • Acceleration
  • Dribbling
  • Technique
  • Composure (Ketenangan)
  • Creativity
  • Off The Ball
Advanced Playmaker:
Versi Advanced Playmaker yang berposisi di sayap ini sebetulnya hampir sama dengan versi MC-nya. Namun, dengan berposisi di sayap menyebabkan pemain membutuhkan kecepatan dan dribbling yang lebih. Dari lebar lapangan, tim akan mencoba mensuplai bola kepada Advanced Playmaker dan ia akan mencoba menggunakan skilnya untuk menciptakan crossing yang akurat. Jika dibutuhkan, ia akan melewati lawannya dahulu sebelum melepaskan umpan tarik, atau ia cukup mengumpan kepada rekannya yang berada di tengah dengan cepat (one-two), atau ia juga bisa mencoba merancang serangan. Role ini bisa dibilang paduan antara Inside Forward dan Winger, dan biasanya diberikan kepada pemain luar biasa kreatif yang dapat bermain di sayap serta bisa menyulitkan full back sekaligus centre back lawan.
Atribut Kunci:
  • Creativity
  • Passing
  • Dribbling
  • Crossing
  • Speed
  • Acceleration